🌺 TENUN IKAT DAYAK • DATA SINTANG
Ikat Cintamani
Ikat Cintamani adalah objek tenun ikat Dayak dalam ETNOSTATS-AR. Data nyata yang tersedia berasal dari tenun ikat Dayak Sintang, sehingga halaman ini memakainya apa adanya dan tidak mengklaim data itu milik Melawi. Variasi pengulangan motif dan rentang harga kain menjadi konteks belajar Level 4: ukuran penyebaran data.
📖 Tentang Tenun Ikat Dayak
Nurani dan Setyawan (2021) mengkaji tenun ikat Dayak Sintang. Kain dibuat dengan alat tenun gedogan, dan benang lungsi diikat agar bagian tertentu tidak menyerap warna sehingga terbentuk motif. Motifnya diambil dari flora, fauna, peralatan hidup, kepercayaan, dan cerita, dengan makna yang diturunkan secara lisan.
📍 Sintang atau Melawi?
Objek AR ini semula berlabel Melawi, tetapi semua sumber yang kami temukan membahas Sintang. Kami memeriksa dua jurnal tentang tenun ikat Sintang dan tidak ada yang menyebut motif "Cintamani". Sungai Melawi hanya disebut sebagai sungai yang bertemu Kapuas di Sintang. Karena itu asal motif ini belum terverifikasi dan perlu dikonfirmasi ke penenun atau dinas kebudayaan setempat.
📊 Ikat dan Etnostatistik
Penenun memakai hitungan sesaok (30 helai untuk setengah motif) dan mengulang motif 15 sampai 20 kali per kain. Harga tiap jenis kain juga berbeda jauh. Seberapa besar variasinya? Itulah pertanyaan ukuran penyebaran pada Level 4.
📚 Variasi Kain dan Ukuran Penyebaran
Materi Level 4: mengukur seberapa jauh data menyebar dari pusatnya.
🌺 Mengapa Level 4?
Data nyata dari sumber berbentuk batas bawah dan batas atas: pengulangan motif 15 sampai 20, lama menenun 2 sampai 4 bulan, dan harga tiap jenis kain. Data seperti ini cocok untuk nilai minimum, maksimum, dan jangkauan (Level 4), tetapi tidak cukup untuk mean atau varians karena nilai tiap kain tidak dilaporkan. Tidak ada publikasi yang mencatat pengulangan motif tiap kain, sehingga sepuluh nilai pengulangan di halaman ini adalah data simulasi untuk latihan varians dan simpangan baku, dibuat di dalam rentang 15 sampai 20. Data sumber dan simulasi tidak dicampur dalam satu hitungan.
✔ RENTANG DARI SUMBER (SINTANG)⚠ 10 NILAI = SIMULASI🔎 Data dari Sumber
Keterangan yang dilaporkan sumber, semuanya dari komunitas penenun Dayak di Kabupaten Sintang.
| Keterangan | Nilai Dilaporkan | Sumber |
|---|---|---|
| Hitungan sesaok | 30 helai untuk ½ motif (60 helai per motif utuh) | Nurani & Setyawan, 2021 |
| Pengulangan motif per kain | 15 sampai 20 kali, tergantung lebar kain | Nurani & Setyawan, 2021 |
| Total helai per kain (dihitung) | 60 × 15 = 900 sampai 60 × 20 = 1.200 helai | Hitungan penyusun |
| Waktu menyelesaikan satu tenunan | Sekitar 2 sampai 4 bulan, tergantung kerumitan motif, bahan, dan waktu yang diluangkan | Nurani & Setyawan, 2021 |
| Waktu menenun kain kumbu | Sekitar lima hari untuk menenun; dari pembukaan benang sampai selesai bisa berbulan-bulan | Kompas, 2017 (Betang Ensaid) |
| Penenun di Betang Ensaid | 56 orang; sekitar 300 penenun aktif di beberapa kecamatan Sintang | Kompas, 2017 |
| Penenun anggota Koperasi JMM (Desember 2017) | 321 orang di 13 dusun dan desa | Januarti & Wempi, 2019 |
| Warna tenun ikat Sintang | Merah, hitam, putih | Kompas, 2017 |
| Pengulangan, harga, atau penenun Ikat Cintamani secara khusus | Tidak ditemukan | – |
Lamanya menenun berbeda antarsumber (2 sampai 4 bulan vs lima hari) karena cakupan yang dihitung berbeda. Hal ini dicatat apa adanya dan tidak dipakai dalam hitungan.
💰 Harga Kain dan Jangkauannya
Rentang harga di koperasi penenun Ensaid (Kompas, 2017). Jangkauan R = harga maksimum − harga minimum dihitung dari rentang yang dilaporkan.
| Jenis Kain | Harga Min (Rp ribu) | Harga Maks (Rp ribu) | Jangkauan R (Rp ribu) |
|---|---|---|---|
| Selendang | 30 | 35 | 5 |
| Shawl | 100 | 150 | 50 |
| Kebat | 300 | 500 | 200 |
| Kumbu | 500 | 800 | 300 |
Yang dilaporkan hanya batas bawah dan atas, bukan harga tiap kain, sehingga varians dan simpangan baku harga tidak dapat dihitung. Harga berasal dari 2017 dan dari satu koperasi di Sintang.
📊 Data Simulasi Pengulangan Motif
Sepuluh kain contoh (n = 10), pengulangan motif tiap kain berada di dalam rentang 15 sampai 20 dari sumber. Ini bukan hasil pencacahan.
| Pengulangan Motif (x) | Frekuensi (f) | x · f | x − x̄ | f · (x − x̄)² |
|---|---|---|---|---|
| 15 | 1 | 15 | -2,7 | 7,29 |
| 16 | 1 | 16 | -1,7 | 2,89 |
| 17 | 2 | 34 | -0,7 | 0,98 |
| 18 | 3 | 54 | 0,3 | 0,27 |
| 19 | 2 | 38 | 1,3 | 3,38 |
| 20 | 1 | 20 | 2,3 | 5,29 |
| Jumlah | 10 | 177 | – | 20,1 |
x̄ = 177 ÷ 10 = 17,7 pengulangan.
📐 Konsep Ukuran Penyebaran
Urutan halaman ini mengikuti enam materi inti Level 4.
- 1 Minimum dan maksimum
- 2 Jangkauan
- 3 Varians
- 4 Simpangan baku
- 5 Pemusatan vs penyebaran
- 6 Interpretasi
1. Minimum dan Maksimum
Nilai terkecil dan terbesar dalam data. Pada data simulasi: xmin = 15 dan xmaks = 20 pengulangan, sama dengan batas rentang dari sumber.
2. Jangkauan (Range)
R = xmaks − xmin. Pada data simulasi: R = 20 − 15 = 5 pengulangan. Karena 1 pengulangan = 60 helai, 5 pengulangan setara 300 helai benang.
3. Varians
Populasi: σ² = Σ(xi − μ)² / N.
Sampel: s² = Σ(xi − x̄)² / (n − 1).
Rumus keduanya tidak boleh tertukar. Sepuluh kain di sini adalah sampel, jadi pembaginya n − 1 = 9.
4. Simpangan Baku
Akar dari varians: σ = √σ² untuk populasi dan s = √s² untuk sampel. Satuannya sama dengan data, yaitu pengulangan motif, sehingga lebih mudah ditafsirkan daripada varians.
5. Pemusatan vs Penyebaran
Mean hanya menunjukkan pusat data. Dua kumpulan kain bisa sama-sama bermean 17,7 pengulangan, tetapi yang satu hampir seragam dan yang lain sangat beragam. Hanya ukuran penyebaran yang membedakannya.
6. Interpretasi Keragaman
Simpangan baku kecil berarti nilai dekat dengan mean (seragam), dan simpangan baku besar berarti nilai tersebar jauh. Tidak ada batas baku untuk "kecil" atau "besar"; tafsirannya bergantung pada konteks dan satuan data.
⚖️ Varians Populasi vs Sampel
Data yang sama, dua rumus. Pembeda utamanya adalah pembagi.
| Aspek | Populasi | Sampel |
|---|---|---|
| Rumus varians | σ² = Σ(x − μ)² / N | s² = Σ(x − x̄)² / (n − 1) |
| Pembagi | N = 10 | n − 1 = 9 |
| Dipakai bila | Seluruh anggota populasi tercatat | Hanya sebagian yang tercatat |
| Pada halaman ini | σ² = 20,1 ÷ 10 = 2,010; σ = 1,418 | s² = 20,1 ÷ 9 = 2,233; s = 1,494 |
Sepuluh kain simulasi diperlakukan sebagai sampel, sehingga yang dipakai adalah s² dan s. Kolom populasi hanya untuk perbandingan: s selalu sedikit lebih besar dari σ pada data yang sama.
🧮 Hasil Perhitungan
Dari data simulasi pengulangan motif (n = 10).
📖 Langkah dan Interpretasi
Σ(x − x̄)² = 20,1. Varians sampel s² = 20,1 ÷ 9 = 2,233, dan s = √2,233 ≈ 1,494 pengulangan. Artinya, pengulangan motif pada kain simulasi umumnya menyimpang sekitar 1,5 dari mean 17,7, dan seluruh nilainya berada dalam jangkauan 5 pengulangan (setara 300 helai).
Pada data harga dari sumber, jangkauan kumbu (Rp300 ribu) jauh lebih besar daripada selendang (Rp5 ribu). Jangkauan antarjenis kain tidak bisa dibandingkan langsung karena tingkat harganya berbeda jauh, dan jangkauan hanya memakai dua nilai ekstrem sehingga peka terhadap pencilan. Karena itu varians dan simpangan baku, yang memakai seluruh data, melengkapi jangkauan.
🧪 Kalkulator Penyebaran Data
Ubah daftar nilai (pisahkan dengan koma). Nilai awal adalah data simulasi di atas.
Masukkan data
Minimal 2 nilai. Hasil memperlihatkan rumus populasi dan sampel berdampingan.
📉 Diagram Penyebaran
Diagram pertama dari data sumber (rentang harga), diagram kedua dari data simulasi (garis emas = mean).
💡 Catatan Statistik
⚠️ Keterbatasan
Sampel simulasi hanya sepuluh kain dan tidak diambil secara acak, jadi hasilnya hanya untuk latihan dan tidak boleh diekstrapolasi ke kain Ikat Cintamani yang sebenarnya. Rentang pengulangan 15 sampai 20 berasal dari penenun Sintang, dan rentang harga dari satu koperasi pada 2017, sehingga keduanya tidak mewakili daerah lain atau harga saat ini. Jangkauan dan simpangan baku menggambarkan variasi, bukan penyebabnya, dan tidak menilai mutu kain.
🎓 Aktivitas Peserta Didik
1️⃣ Observasi
Hitung berapa kali motif utama berulang pada selembar kain tenun, lalu catat.
2️⃣ Hitung Penyebaran
Dari data beberapa kain, tentukan minimum, maksimum, jangkauan, varians sampel, dan simpangan baku.
3️⃣ Tafsirkan
Bandingkan mean dan simpangan baku: apakah kain-kain itu seragam atau beragam?
🧺 Koleksi Kerajinan Lainnya
Jelajahi tenun ikat dan kerajinan tradisional Kalimantan Barat lain di ETNOSTATS-AR.
🪢 Ikat Akar Uwi
Tenun ikat Dayak Kapuas Hulu.
🪢 Sidan Kupu-Kupu
Tenun ikat Dayak Kapuas Hulu.
🧺 Bidai Dayak Bidayuh
Tikar anyaman rotan Dayak Bidayuh.
💎 Manik Dayak
Manik pada pakaian adat dan upacara.
🧵 Alat Tenun Sambas
Alat tenun kayu Melayu Sambas.
🌊 Corak Insang Pontianak
Motif tenun insang ikan khas Pontianak.
⭐ Songket Tabur Bintang
Corak songket Melayu Sambas.
🍈 Songket Tampuk Manggis
Motif songket Melayu Sambas.
🔷 Songket Belah Ketupat
Motif songket Melayu Sambas.
🔎 Sumber dan Catatan Data
📚 Rujukan
Nurani, A., & Setyawan. (2021). Kajian Motif Tenun Ikat Dayak Sintang. Arty: Jurnal Seni Rupa, 10(3), 68–79. journal.unnes.ac.id (versi lain dengan isi serupa terbit di Visual Heritage 5(2), 2023, hlm. 201–209.)
Kompas. (2017, 9 Mei). Weaving a life in traditional Ensaid house. kompas.id
Januarti, & Wempi, J. A. (2019). Makna Tenun Ikat Dayak Sintang Ditinjau dari Teori Semiotika Sosial Theo Van Leeuwen. Bricolage, 5(1), 73–102. journal.ubm.ac.id
Catatan: (1) Tidak ditemukan sumber yang menyebut motif "Cintamani" atau "Cinta Mani", baik untuk Melawi maupun Sintang. Tiga sumber di atas membahas tenun ikat Dayak Sintang, jadi nama objek dan label Melawi pada versi lama belum dapat diverifikasi. (2) Hitungan sesaok, rentang 15 sampai 20 pengulangan, lama menenun, rentang harga, dan jumlah penenun berasal dari sumber di atas. Jangkauan harga dan total helai adalah hitungan penyusun. (3) Sepuluh nilai pengulangan beserta mean, varians, dan simpangan baku adalah data simulasi untuk pembelajaran, bukan temuan penelitian. (4) Deskripsi visual dan makna motif pada versi lama (garis vertikal, spiral, keharmonisan) tidak bersumber tertulis dan dihapus dari halaman ini; tambahkan kembali setelah dikonfirmasi ke penenun. (5) Warna "merah marun, putih, kuning emas, hitam" pada versi lama diganti dengan warna dari Kompas (2017): merah, hitam, putih. (6) Nama file AR ar-ikatcintamanimelawi.html dan foto ikat cintamani dayak melawi.jpg dipertahankan; ganti jika nama di situs Anda berubah.